Kam. Okt 21st, 2021

Kapolres Salatiga Ikuti Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke 74 Di Lapangan Kurusetra Yonif 411 Salatiga

Polres Salatiga – Sabtu tanggal 17/08/ 201, bertempat di Lapangan Kurusetra Yonif MR 411/PDW/Kostrad telah berlangsung kegiatan upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia Ke 74 Tahun 2019, sebagai Irup Walikota Salatiga H.Yulianto SE., MM dan Komandan Upacara Danramil 04/Bringin Kodim 0714/Salatiga Kapten Kav Sudarto, yang diikuti seribuan peserta Upacara yang terdiri dari TNI/Polri, ASN, Mahasiswa, Pelajar dan Organisasi Masyarakakat Kota Salatiga.

Upacara juga dihadiri oleh Komandan Korem 073 Makutarama Kolonel.Inf M. Erwansyah, Walikota Salatiga Yulianto SE.,MM, Komandan Kodim 0714/Salatiga Letkol Infantri Prayoga Irawan, Kapolres Salatiga, AKBP Gatot Hendro Hartono, S.E., M.Si, Ketua Kajari Kota Salatiga Dr. Yudi Kristiana, SH, MH, Ketua Pengadilan Negeri Salatiga Widarti, SH.,MH, Danyon mekanis 411 Infanteri Salatiga Letkol Inf. Ryzaldi S. Themba,S.Sos, Dandenpom Salatiga Letkol CPM Asmin Tapahing, Wakil Walikota Salatiga Muh Haris SS., M.Si, Sekda Kota Salatiga, Drs. Fahruroji, Ketua SKPD Muspida Salatiga, Pamen / Pama Korem 073 dan Kodim 0714 serta Polres Salatiga, Anggota TNI POLRI ,SatPol PP,Linmas, Satpam di Kota Salatiga, Tokoh  Agama Dan Tokoh Masyarakat Kota Salatiga.

Amanat Presiden RI yang dibacakan oleh Walikota Salatiga  mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kita semua dapat melaksanakan upacara dalam rangka HUT RI ke 74 tahun 2019 untuk semua masyarakat peserta Upacara.

Orang tak akan bertanya apa agamamu, apa sukumu ketika berbuat baik. Dalam masa perjuangan setelah kemerdekaan ini sudah semestinya kita tidak membedakan suku, agama atau pun ras. Tak peduli warna kulit, rambut, jenis kelamin, kaya atau pun miskin. Semua sama di mata negara. Founding fathers bangsa ini telah memberi contoh lewat laku, bukan sekadar gembar gembor persatuan. Mereka berdarah-darah menegakkan kemerdekaan.

Pancasila sebagai Dasar Negera  Republik Indonesia adalah harga mati. Tidak bisa ditawar dan harus kita tanam sedalam-dalamnya di Bumi Pertiwi. Sejarah mencatat, setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 sistem pemerintahan sempat berganti menjadi Republik Indonesia Serikat pada 27 Desember 1949. Namun akhirnya sejak 17 Agustus 1950 Tanah Air ini kembali tegak berdiri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan gotong-royong membantingan  tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantu binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua.

Inilah saatnya kita kirim arus balik, setelah sekian lama kita diterpa berbagai kemajuan dari belahan bumi lain. Wahai pemuda, persiapkan mental dan akalmu. Jangan melempem berhadapan dengan bangsa lain, jangan lembek ketika ada yang mengejek. Kepalkan tekadmu, bulatkan semangatmu.

Dan sebagai penutup Kita ini diciptakan atas satu jalinan sebagai sapu lidi, yang jika lepas ikatannya ambyar kebangsaan kita, ambyar negara kita, ambyar Indonesia Raya. Sejarah telah mengikat kuat kita, perasaan senasib sepenanggungan telah menyatukan kita, dan Pancasila telah mendasari kita sebagai bangsa dan negara yang besar yakinlah indonesia akan jaya dan abadi sampai sewindu abad lebih. Merdeka….Merdeka…Merdeka

Kapolres Salatiga yang ditemui seusai upacara tersebut menyampaikan kiranya amanat yang telah kita dengar bersama tersebut menjadi pengetahuan bagi kita semua untuk selanjutnya diperjuangkan dan di implementasi dalam kehidupan sehari hari. Dirgahayu Indonesiaku..Dirgahayu Negeriku tercinta, ucap AKBP Gatot Hendro Hartono SE MSi.

(Humas Polres Salatiga Polda Jateng)